Personal Reflection

Some Came Without Instructions

"Beberapa hal hadir, namun kehadirannya bukan untuk kita paksakan. Ada yang sekadar singgah menepuk bahu untuk menguatkan, ada juga yang datang tanpa instruksi, pulang tanpa permisi."

Some Came Without Instructions

Ada beberapa hal dalam hidup yang datang tanpa pernah kita minta.

Mereka hadir begitu saja, menyelinap di antara rutinitas, mengubah cara kita memandang sesuatu, lalu perlahan menjadi bagian dari hari-hari yang sebelumnya terasa biasa.

Somehow, we get used to their presence.

Kita mulai mengenali kebiasaannya, menghafal hal-hal kecil tentangnya, bahkan tanpa sadar menyediakan ruang di dalam diri untuk sesuatu yang awalnya tidak pernah kita rencanakan.

Sampai suatu hari, kita menyadari bahwa tidak semua yang hadir ditakdirkan untuk menetap.

Ada yang datang sekadar menepuk bahu, mengingatkan bahwa kita masih cukup kuat untuk melewati hari-hari yang berat.

Ada yang singgah untuk mengajarkan sesuatu yang sebelumnya tidak kita pahami tentang diri sendiri.

Dan ada juga yang datang tanpa instruksi, membuat kita terbiasa dengan kehadirannya, lalu pergi tanpa permisi.

No explanation. No proper goodbye. Just an absence we have to learn to live with.

Mungkin bagian tersulitnya bukan ketika mereka pergi, melainkan ketika kita terus mencari alasan di balik kepergian itu.

Kita bertanya-tanya apa yang salah, bagian mana yang seharusnya diperbaiki, atau apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan agar semuanya tetap seperti semula.

Kita mencoba mencari logika dari sesuatu yang sejak awal tidak pernah menjanjikan kepastian.

Lucunya, sebagai seseorang yang terbiasa berhadapan dengan sistem, aku sering ingin memahami semuanya. Setiap perubahan harus punya alasan. Setiap masalah seolah harus memiliki solusi.

But life isn’t always a system we can debug.

Ada hal-hal yang memang tidak memberikan penjelasan. Ada pertemuan yang tidak berakhir seperti harapan kita. Ada kehadiran yang begitu berarti, meskipun akhirnya tidak menjadi bagian dari masa depan kita.

Dan mungkin, kita tidak harus memaksa semuanya untuk tetap tinggal.

Bukan berarti kehadiran mereka tidak berarti. Bukan berarti kita harus berpura-pura tidak pernah kehilangan.

Kita boleh bersyukur karena pernah dikuatkan. Kita boleh merindukan sesuatu yang sudah tidak lagi ada. Kita boleh menyimpan kenangan tanpa harus menjadikannya alasan untuk terus menunggu.

Karena sometimes, letting go isn’t about forgetting someone. It’s about accepting that their place in our story may be different from the place we once imagined for them.

Pada akhirnya, tidak semua yang datang harus kita pertahankan. Tidak semua yang pergi harus kita kejar.

Some things are meant to be held. Some are meant to be learned from. And some are simply meant to pass through.

Kita tidak selalu tahu mengapa sesuatu hadir dalam hidup kita.

Namun, kita tetap bisa memilih untuk menghargai kehadirannya, menerima kenyataan ketika ia pergi, dan melanjutkan perjalanan tanpa harus membenci cerita yang pernah ada.

Sebab tidak semua yang singgah adalah kehilangan. Ada yang pernah menjadi alasan kita bertahan, meskipun akhirnya tidak ikut berjalan sampai tujuan.

Tags:UnspokenFeelingsLife&FeelingsIntuitionAcceptance